Alam adalah ciptaan Allah S.W.T yang sungguh luar biasanya
mendatangkan keberkahan bagi umatnya.
Alam adalah sumber mata pencaharian dan pengetahuan bagi
umat manusia. Kehadirannya membuat kenangan yang indah dan tak ternilai
harganya. Kehadirannya pula dapat memberi manfaat bagi mereka yang
mencintainya, ataupun dapat memberi ancaman bagi mereka yang menyakitinya.
Alamlah sumber pengetahuan dan sejuta pengalamanku. Tanpanya
aku tak mungkin dapat bertahan hidup didunia ini. Dulu aku sering bencengkrama dengan alam, berinteraksi
dengan pepohonan dan rerumputan, meski mereka memberikan jawaban yang sama.
Dulu dikala masih kecil, kami sering bermain dengan alam
atau kebanyakan orang menyebutnya “bobolangan”
, kegiatan yang kami lakukan sangat banyak mulai dari ngurek belut (mancing
belut sawah), ngusep (mancing ikan), memetik buah buahan, mandi di sungai dll.
Tempat yang sering kami mainkan itu letaknya di daerah yang
sekarang dihuni oleh Amaya Residence, sungguh sedih rasanya bila tanah yang sering
kami mainkan sekarang menjadi perumahan konglomerat. Padahal sawah - sawah disana merupakan sumber mata pencaharian masyarakat.
Bahkan tak segan – segan mereka menawarkannya dengan harga tinggi, hingga
membuat orang tergiur akan tawarannya. Namun alhamdulillah sawah yang disewa
ayahku tetap tak di jual hingga sekarang.
Dulu kami tak tak mengenal alat elektronik seperti gadget
dan hp. Begitu asyiknya kami bercengkrama dengan alam hingga tak memperdulikan
apa yang sedang terjadi di area perkotaan.
Hal yang paling aku ingat itu disaat mencari belut. Kami tak
mengurek melainkan mencari, ada istilah dari sahabatku namanya Pedri dia bilang
“kalau kita nemu ular sawah tiga kali, nanti kita pasti akan dapat belut” Aku
begitu polosnya setuju dengan istilah itu, namun hal mengejutkan ialah disaat
kami ketemu ular sawah tiga kali, ehh taunya beneran kita nemu belut yang
nongol di lubangnya.
Tanpa basa basi kami pun langsung mengeruk tanahnya hingga
merusak lahan sawah orang lain hingga mendapatkan apa yang kami cari.
Tiap minggu pun kami sering ke daerah batununggal, bukan untuk
olahraga ataupun menjahili rumah orang lain, melainkan mencari impun (ikan
kecil) di selokan perumahan. Banyak sekali impun disana, bahkan pemilik rumah
pun tidak menyadari bahwa di selokan rumahnya penuh dengan impun dan sampai
sekarangpun selokan rumah itu masih di penuhi impun.
Banyak sekali petualangan – petualang masa kecil yang penuh
kenangan mulai dari ngurek belut disaat hujan, ngusep di sawah orang lain sampe
di kejar pemiliknya, main bola yang kalah harus telanjang, nyari buah buat di
rujak, berenang di sawah, main layang – layang, main kelereng, melihara jangkrik,
melihara ikan cupang, dll.
Sangat disayangkan, anak kecil yang terlahir di zaman
sekarang tak dapat merasakan bagaimana asyiknya bercengkrama dengan alam,
berinteraksi dengan alam, dan bertukar pikiran dengan alam.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar